Dunia Cyber

Just another WordPress.com weblog

AS Latih Polisi Jatim Soal Cyber Crime

Posted by rafikaananta pada Februari 15, 2009

crime2INNChannels, Surabaya – Amerika Serikat melalui International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP) melatih lebih dari 100 orang polisi Jawa Timur dalam persoalan cyber crime (tindak kejahatan dunia maya.
Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Sugiyono membuka pelatihan itu di Surabaya, Senin (17/12). Pelatihan juga diisi dengan Sosialisasi RUU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bekerjasama dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo). Hadir dalam acara ini Konsul Jenderal AS di Surabaya Caryn McClelland dan Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo Cahyana Ahmad Jayadi.
“TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sudah berkembang dalam dunai bisnis, pemerintahan, perbankan, pendidikan, dan kesehatan, tapi belum didukung UU, karena itu kami mendukung RUU ITE, mengingat cyber crime sudah cukup berkembang,” kata Wakapolda Jatim.
Ia mengatakan RUU ITE sangat penting untuk penegakan hukum di lapangan, karena cyber crime itu bersifat anonim dan high tech.
Menurut Konsul Jenderal AS di Surabaya Caryn McClelland, pemerintah AS melalui ICITAP sudah sering memberikan bantuan pelatihan untuk peningkatan kapasitas penyidik dalam investigasi penyidikan.
“Pelatihan investigasi penyidikan antara lain dalam hal investigasi penyidikan perdagangan manusia, narkoba, uang atau dokumen palsu, terorisme, dan sebagainya,” katanya.
Hasil pelatihan, katanya, antara lain terlihat dalam keberhasilan Polda Jatim dan jajarannya dalam mengungkap kejahatan berskala besar di Surabaya, seperti uang palsu, dokumen palsu, dan pabrik narkoba.
“Karena itu, kami senang bila kerjasama yang selama ini terjalin ditingkatkan dengan pelatihan investigasi penyidikan unuk cyber crime yang melibatkan ICITAP, Depkominfo, Bareskrim Polri, dan Polda Jatim,” katanya.
Dalam Sosialisasi RUU ITE, Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo Cahyana Ahmad Jayadi mengatakan, RUU ITE mengatur pengakuan atas tandatangan elektronik seperti tandatangan umumnya dalam dokumen atau surat biasa.
“RUU ITE tidak hanya berlaku bagi WNI, tapi juga berlaku bagi WNA yang tindakannya memiliki dampak hukum di Indonesia, sehingga polisi akan memiliki landasan hukum yang jelas dengan RUU itu,” katanya.
Di hadapan para Kasat dan Kabag di Polda Jatim dan jajarannya se-Jatim, ia mengatakan Depkominfo mentargetkan RUU ITE akan disahkan DPR RI pada akhir Januari 2008.
“Selama ini, KUHP dipandang tidak cukup kuat menjaring cyber crime, tapi RUU ITE memperbolehkan dokumen-dokumen elektronik sebagai alat bukti di pengadilan,” katanya. [ant/L1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: